mJHEzxukdj31fhzMIHmiGai4Yfakiv2Yjgl83GlR
Bookmark

Aku Pernah, Mungkin

Ilustrasi oleh AI

Aku Pernah, Mungkin


Aku berjalan di atas tanah yang tak bernama,

di mana angin berhembus, tapi tak pernah menyapa

Pohon-pohon berdiri, tak berakar,

daunnya gugur ke langit,

seolah bumi tak sanggup lagi menampungnya


Ada suara dari balik bukit yang redup—

bukan suara, tapi ingatan yang tak selesai

Barangkali aku pernah ada,

atau sedang bermimpi menjadi seseorang


Langit terbuka seperti luka,

dan cahaya jatuh terlalu perlahan

untuk disebut pagi

Sementara bayangku sendiri

menolak kembali ke kakiku


Aku duduk di batu yang dingin,

menunggu sesuatu yang tak kukenal

Bukan keselamatan,

bukan juga akhir

Hanya kehadiran

yang tak membuatku merasa sendirian


Mereka bilang,

“Air mata adalah doa yang gagal”

Tapi aku menangis untuk langit,

untuk batu,

untuk sehelai bulu burung

yang tertinggal di sela jari


Dan saat malam datang tanpa suara,

aku tahu:

bukan maut yang paling kutakuti,

melainkan hidup yang terus berjalan

tanpa pernah menoleh padaku.

---

Ilustrasi oleh AI

Menjadi Tidak


Pagi datang, mengetuk kaca jendela

dengan cahaya yang enggan

Di kamar ini—

langit tak pernah benar-benar biru,

dan suara burung terdengar seperti kabar

yang terlalu jauh berderu


Ada cermin di sudut ruangan

yang tak lagi memantulkan apa pun

Bayanganku memilih duduk

di kursi lain,

membaca buku yang usang berdebu


Aku menyeduh teh yang tak hangat

dan membiarkannya dingin,

seperti pesan suara yang tak pernah kukirim

Jam di dinding berdetak,

tapi rasanya ia hanya berputar

untuk dirinya sendiri


Seseorang di luar tertawa

Suara itu masuk menembus dinding tipis,

seperti sinar yang tak bisa menghangatkan

Dan aku berpikir—

apakah tawa bisa bocor seperti air,

sementara kesedihan

selalu tahu cara tinggal di dalam?


Hari itu aku membuka jendela,

bukan untuk menghirup udara,

tapi agar aku bisa mendengar

bahwa dunia masih berjalan,

meski langkahku tak pernah keluar.


Penulis : Meysa Afriska Dewi, Mahasiswa Prodi HES 

0

Posting Komentar