mJHEzxukdj31fhzMIHmiGai4Yfakiv2Yjgl83GlR
Bookmark

Demam Running di Kampus, Giri Run 2026 Gaungkan Kesadaran Kesehatan Mental

Arusgiri.com, Bojonegoro – Ratusan pelari dari kalangan siswa, mahasiswa, dosen, alumni, hingga masyarakat umum memadati area start Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) sejak pukul 05.00 WIB dalam gelaran Giri Run 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Minggu (7/6).

Giri Run (Foto: Alan)

Mengusung tema “Your Mind Matters: Run for Mental Health Awareness”, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental.

Ketua BEM FKIP, Achmad Waris, mengatakan bahwa Giri Run hadir sebagai upaya mengajak masyarakat menjaga kesehatan fisik sekaligus kesehatan mental melalui olahraga.

“Bukan hanya sekadar event lari saja, tetapi dengan event ini bisa meningkatkan mental health kita,” ungkapnya.

Aris, sapaannya, menjelaskan bahwa Giri Run merupakan event besar pertama yang diselenggarakan BEM FKIP. Menurutnya, kegiatan tersebut juga berangkat dari inisiatif mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) yang memiliki kompetensi di bidang olahraga.

“Giri Run ini dilatarbelakangi oleh adanya mahasiswa PJKR yang menjadi representasi Unugiri. Dengan latar belakang tersebut, mereka mampu menghadirkan kegiatan olahraga seperti Giri Run,” jelasnya.

Pada kategori putra dan putri, gelar juara berhasil diraih oleh Alam Laksana Negara, mahasiswa Universitas Negeri Malang, dan Ameli Yadewi Wulan Dari, mahasiswi Prodi PJKR Unugiri.

Alam mengaku telah melakukan persiapan dengan latihan rutin serta menjaga pola makan sebelum perlombaan.

“Selain latihan rutin pagi dan sore, kalau mau lomba nggak boleh makan pedas biar paginya nggak sakit perut,” ujarnya.

Sementara itu, Ameli mengungkapkan bahwa rute perlombaan cukup nyaman, meskipun sempat terjadi kebingungan arah di beberapa titik lintasan.

“Medan sama rute-nya aman aja sih, kak. Cuma tadi nggak ada arahan, jadi ada yang belok kanan sama belok kiri,” ucapnya.

Meski sempat mengalami kendala saat perlombaan, keduanya berhasil mencapai garis finis dan meraih posisi juara. Mereka juga diketahui telah beberapa kali mengikuti kompetisi lari dan menorehkan prestasi di tingkat provinsi maupun nasional.

Salah satu peserta, Dewi Qurrota A’yun, mengaku mengikuti Giri Run karena ingin memperoleh pengalaman baru, bukan semata-mata mengejar kemenangan.

“Ikutan aja sih, kak. Seru, bisa nambah pengalaman karena pernah ikut sekali sebelumnya,” tuturnya.

Meski tidak berorientasi pada kompetisi, A’yun tetap mempersiapkan diri dengan rutin berolahraga setelah kegiatan perkuliahan.

Di balik suksesnya penyelenggaraan Giri Run 2026, panitia membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat bulan untuk melakukan berbagai persiapan. Ketua panitia, Ahmad Dimas Candra Birawa, mengatakan bahwa keberhasilan acara tidak lepas dari kerja sama seluruh panitia, dukungan sponsor, media partner, serta para relawan mahasiswa yang terlibat.

“Butuh waktu tiga sampai empat bulan lamanya untuk fokus menyiapkan acara ini, sampai akhirnya acara ini sukses,” terangnya.

Di akhir kegiatan, Ketua BEM FKIP berharap Giri Run dapat terus diselenggarakan pada tahun-tahun berikutnya sebagai wadah pengembangan prestasi sekaligus sarana membangun semangat kompetisi yang sehat di kalangan generasi muda.

“Semoga acara seperti ini bisa terus diadakan lagi, agar bisa menumbuhkan generasi-generasi emas. Karena selain sebagai hiburan, kita juga dapat berkompetisi,” pungkasnya.


Penulis : Dewi Maryam
Posting Komentar

Posting Komentar