Arusgiri.com, Bojonegoro – Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) menggelar Expo dan Penutupan KKN 2026 di Lapangan Unugiri pada Kamis, (10/9). Kegiatan tersebut menjadi penanda berakhirnya pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diikuti 816 mahasiswa, terdiri atas 803 mahasiswa KKN Pintar dan 13 mahasiswa KKN Cerdas yang tersebar di 40 desa.
![]() |
| Potret acara penutupan di lapangan Unugiri |
Kegiatan penutupan turut diisi dengan Expo yang menampilkan berbagai hasil karya dan program mahasiswa selama melaksanakan KKN. Expo tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperkenalkan hasil kegiatan kepada civitas akademika maupun masyarakat yang hadir.
Rektor Unugiri, M. Jauharul Ma’arif, menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang telah mengikuti rangkaian KKN. Ia berharap berbagai program yang telah dilaksanakan, khususnya program digitalisasi desa, dapat terus dikembangkan oleh masyarakat setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian.
“Program-program digitalisasi desa menjadi amal jariah. Semoga tetap dikembangkan masyarakat desa di mana kalian melaksanakan kegiatan KKN,” ujarnya.
Selain itu, M. Jauharul Ma’arif menyampaikan capaian Unugiri dalam bidang penelitian selama beberapa tahun terakhir. Pada 2024, sebanyak 83 dosen memperoleh hibah penelitian dengan total Rp1,2 miliar. Jumlah tersebut meningkat menjadi 129 dosen pada 2025. Sementara pada 2026, sebanyak 105 dosen memperoleh hibah dengan total mencapai Rp2,7 miliar dan menempatkan Unugiri pada peringkat kelima di lingkungan LLDIKTI Jawa Timur.
Ketua BPP Unugiri, Saifuddin Idris, menilai pelaksanaan KKN menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam membantu mengembangkan potensi masyarakat. Berdasarkan pemantauannya di sejumlah desa, ia menyebut pelaksanaan KKN berjalan dengan baik.
“Saya memantau dari beberapa desa, semua hasilnya positif, menggembirakan, dan menyenangkan. Sesuai dengan arahan Pak Rektor dan Bupati untuk menjaga nama baik Unugiri, ternyata betul-betul dijaga,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, mendorong mahasiswa untuk tidak hanya berorientasi pada pencarian pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan peluang secara mandiri. Menurutnya, mahasiswa berada pada usia produktif sehingga perlu memiliki semangat untuk terus mencoba, berinovasi, dan mengembangkan potensi.
“Anak-anakku, kita ciptakan pekerjaan. Kita tekadkan kemandirian ekonomi, tidak bergantung dari orang kantoran karena sukses itu tidak datang secara tiba-tiba. Seseorang yang sukses biasanya melalui jatuh bangun,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan sejumlah program pemerintah daerah yang dapat dimanfaatkan mahasiswa, salah satunya beasiswa bagi mahasiswa asal Bojonegoro. Beasiswa tersebut mencakup beberapa kategori, termasuk bantuan bagi mahasiswa tingkat akhir untuk penyelesaian tugas akhir dengan nominal Rp3 juta.
Pelaksanaan KKN tahun ini mengusung pendekatan tematik dengan fokus pada pengembangan potensi desa, termasuk peningkatan UMKM dan pemberdayaan ekonomi kreatif. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi selama berada di desa, tetapi juga mampu mendorong masyarakat untuk mengembangkan potensi secara berkelanjutan.
Salah satu peserta KKN, Devi Wahyuni, mengaku kegiatan penutupan berlangsung seru dan menyenangkan. Ia juga mengaku terkesan dengan pesan yang disampaikan Wakil Bupati Bojonegoro mengenai pentingnya kreativitas dan kemandirian bagi generasi muda.
“Selagi masih muda, jalani dan coba saja dulu berbagai hal. Kalau mengalami kegagalan, kalau bisa jangan langsung menyerah, tetapi bangkit dan lakukan evaluasi agar bisa menjadi lebih baik,” ujarnya.
Usai rangkaian penutupan, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke stan Expo yang menampilkan hasil karya dan program mahasiswa dari 40 desa lokasi KKN. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menutup rangkaian pengabdian, tetapi juga menunjukkan hasil kontribusi yang telah dilakukan selama berada di tengah masyarakat.
Penulis: Meysa Afriska Dewi



Posting Komentar