Arusgiri.com, Bojonegoro – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 34 Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro melakukan penelusuran sejarah dan kearifan lokal Sendang Welas Asih di Desa Trembes, Kecamatan Malo, Sabtu (22/8). Penelusuran dilakukan melalui wawancara dengan Jimin dan Siti Fatimah selaku pengelola sendang.
![]() |
| Foto Bersama Kedua Narasumber (Foto: Agus) |
Berdasarkan penuturan narasumber dan cerita para sesepuh, Sendang Welas Asih telah ada sejak zaman dahulu dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Desa Trembes. Keberadaannya sempat tidak diketahui setelah dipercaya ditutup pada masa penjajahan Belanda.
“Dari cerita para sesepuh, Sendang Welas Asih ini sudah ada sejak zaman dahulu dan menjadi tempat yang dihormati masyarakat,” ujar Jimin.
Menurut cerita yang berkembang, penutupan sendang dikaitkan dengan penggunaan ijuk aren atau "duk" dalam istilah setempat dan ayam putih. Setelah bertahun-tahun tidak diketahui keberadaannya, pencarian kembali dilakukan oleh masyarakat.
Pada 2019, salah seorang tokoh masyarakat mendapatkan petunjuk mengenai lokasi sendang. Warga kemudian bergotong royong melakukan penggalian hingga menemukan sumber mata air pada kedalaman sekitar 1,5 meter.
“Setelah ditemukan kembali, masyarakat mengadakan selametan sebagai bentuk rasa syukur. Kemudian kawasan ini ditata bersama-sama secara swadaya,” tuturnya.
Sendang Welas Asih kemudian diresmikan pada 2020 oleh Bupati Bojonegoro saat itu, Hj. Ana Mu'awanah. Peresmian tersebut turut dimeriahkan dengan mengadakan pagelaran wayang kulit oleh Ki Sigit Arianto.
Siti Fatimah menambahkan, sejumlah tradisi masih dilestarikan, di antaranya bucu kendit, sedekah bumi, rutinan malam jumat legi, serta kegiatan maulid, sholawat, dan hadrah.
“Harapannya, sejarah dan tradisi Sendang Welas Asih tetap terjaga agar generasi berikutnya dapat mengetahui warisan budaya lokal Desa Trembes,” pungkasnya.
Keberadaan Sendang Welas Asih hingga kini tidak hanya menjadi sumber mata air, tetapi juga bagian dari sejarah dan identitas budaya masyarakat Desa Trembes yang terus dijaga secara turun-temurun.
Penulis: Mahasiswa KKN 34, Trembes



Posting Komentar