Arusgiri.com, Bojonegoro - Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Institut Sains dan Teknologi Kesehatan Insan Cendekia Husada (ISTek ICsada) selenggarakan seminar dalam rangka hari lahir (Harlah) Lembaga Pers Mahasiswa di Aula Kampus 1 ISTek ICsada pada Sabtu, (23/5).
![]() |
| Seminar dalam Rangka Harlah LPM ISTek ICsada (Foto: Nizar) |
Kegiatan yang dihadiri kurang lebih 50 mahasiswa dari berbagai kampus di sekitar Bojonegoro tersebut menghadirkan jurnalis Bojonegoro, Nurika Manan. Dalam pemaparannya, Nurika menjelaskan bahwa perkembangan media sosial telah mengubah cara masyarakat, khususnya generasi muda dalam mengakses informasi. Generasi Z disebut lebih banyak memperoleh berita melalui platform digital seperti Instagram, TikTok, dan YouTube dibandingkan media konvensional.
Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya membuat konten yang kreatif, menarik, namun tetap memperhatikan etika jurnalistik dan kebenaran informasi. Materi seminar juga membahas tentang transformasi digital, pengaruh algoritma media sosial, hingga maraknya penyebaran hoaks dan deepfake di tengah masyarakat.
“Penggunaan media sosial harus lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi agar tidak mudah terpengaruh berita palsu,” tegasnya.
Tak hanya itu, Nurika menjelaskan bahwasanya algoritma platform digital sangat memengaruhi penyebaran sebuah konten sehingga kreator dituntut memahami cara distribusi informasi yang efektif.
Seminar ini mengulas pentingnya kode etik jurnalistik. Peserta diajak memahami prinsip-prinsip dasar jurnalistik seperti menyampaikan kebenaran, menjaga independensi, dan meminimalkan dampak buruk dari sebuah pemberitaan. Pemateri menjelaskan bahwa seorang jurnalis harus mampu menghasilkan berita yang akurat, berimbang, serta tidak mencampurkan fakta dengan opini pribadi.
Pada kesempatan yang sama, Daffa Alfan Kaukaba Bintang selaku pembina LPM Kampus Ungu tersebut menyatakan bahwa Harlah LPM yang ke 12 ini diselenggarakan untuk mengingat latar belakang Lembaga Pers Mahasiswa.
“Pers bukan sebagai humas kampus, akan tetapi juga menampung segala macam kritik dan saran dari mahasiswa maupun lingkungan masyarakat, yang nantinya disampaikan melalui berita," ungkapnya.
Pak Bintang, sapaannya, juga menyampaikan harapannya agar antar-LPM tetap menjalin komunikasi dan saling berbagi meskipun berasal dari kampus yang berbeda demi menjaga keberlanjutan LPM serta suara-suara yang perlu disampaikan kepada publik.
“Kita harus tetap sharing walaupun beda kampus, untuk keberlanjutan LPM dan keberlanjutan suara-suara yang perlu diungkapkan itu seperti apa,” terangnya.
Kegiatan seminar berlangsung dengan lancar dan mendapatkan antusias tinggi dari para peserta. Banyak peserta aktif bertanya dan berdiskusi mengenai tantangan dunia digital saat ini, khususnya terkait penggunaan media sosial dan perkembangan kecerdasan buatan (AI).
Salah satu peserta, Ahmad Hizam Allimul Kaafi mengungkapkan kesan positifnya pada kegiatan tersebut.
“Saya berharap setelah mengikuti seminar ini dapat lebih cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan media digital serta mampu menciptakan konten yang kreatif tanpa melanggar etika,” pungkasnya.
Penulis : M Nizar Chafiuddin



Posting Komentar