Arusgiri.com, Bojonegoro – Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (DPM-KM) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) menggelar Kongres Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Tahun 2026 selama dua hari, Sabtu–Ahad (25–26/07), di Auditorium Hasyim Asy'ari, Gedung Rektorat Lantai 3 Unugiri. Dengan mengusung tema "Menguatkan Ukhuwah, Mengokohkan Demokrasi: Mewujudkan Pemimpin Ormawa yang Humanis, Berkarakter, dan Tangguh,".
![]() |
| Sesi foto bersama usai pembukaan. (foto: Riza) |
Kongres menjadi forum permusyawaratan tertinggi mahasiswa untuk mengevaluasi kepengurusan organisasi, menyempurnakan regulasi kemahasiswaan, serta merumuskan arah kebijakan organisasi mahasiswa di lingkungan Unugiri.
Kegiatan diawali dengan penampilan Tari Tantra Sahitya dan atraksi Pencak Silat Pagar Nusa. Acara kemudian dilanjutkan dengan lantunan Sholawat Al-Fatih, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Subhanul Wathan.
Ketua Pelaksana Kongres Ormawa, Abdul Wahab, menyampaikan bahwa kongres bukan sekadar agenda seremonial, melainkan forum strategis untuk menyusun arah kebijakan organisasi mahasiswa pada masa mendatang.
Ia juga menjelaskan makna tema yang diusung sebagai landasan pelaksanaan Kongres Ormawa 2026. Kami ingin menegaskan bahwa, ukhuwah tidak boleh menjadi ruang perpecahan, tetapi harus menjadi sarana mempererat persaudaraan antarorganisasi mahasiswa. Demokrasi yang dibangun juga bukan sekadar kebebasan berpendapat, melainkan demokrasi yang mengedepankan musyawarah. Dengan begitu, kami berharap kongres ini dapat melahirkan pemimpin Ormawa yang humanis, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman," jelasnya.
Pada hari pertama, peserta terlebih dahulu mengikuti diklat persidangan sebagai bekal untuk memahami mekanisme dan tata cara persidangan sebelum memasuki agenda utama kongres. Setelah sesi diklat dan waktu istirahat, rangkaian sidang resmi dimulai melalui Sidang Pleno I yang membahas agenda persidangan, dilanjutkan Sidang Pleno II mengenai tata tertib persidangan, serta Sidang Pleno III yang membahas Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai landasan pelaksanaan kongres.
"Kami berharap kongres kali ini mampu menghasilkan keputusan-keputusan terbaik bagi kemajuan seluruh organisasi mahasiswa di lingkungan Unugiri," tambah Abdul Wahab.
Ketua DPM-KM Unugiri dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus organisasi mahasiswa yang telah menyelesaikan masa kepengurusan selama satu periode. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama masa kepengurusan masih terdapat berbagai kekurangan.
Ia menjelaskan bahwa pada hari kedua kongres akan dilaksanakan sidang komisi untuk membahas sejumlah agenda strategis, di antaranya pembahasan Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira) yang akan dimasukkan ke dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta penyusunan Garis-Garis Besar Haluan Kerja (GBHK) dan Garis-Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO) yang belum terselesaikan pada periode sebelumnya.
Menurutnya, kongres merupakan forum permusyawaratan tertinggi mahasiswa yang tidak hanya menjadi ruang evaluasi laporan pertanggungjawaban organisasi, tetapi juga menjadi wadah penyusunan berbagai regulasi organisasi. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk mengedepankan dialektika yang santun, menyampaikan gagasan secara konstruktif, serta menjunjung tinggi nilai-nilai perguruan tinggi selama jalannya persidangan.
Selain itu, ia menyampaikan harapan Wakil Rektor agar setiap fakultas di Unugiri ke depan memiliki Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) sebagai bagian dari penguatan sistem organisasi kemahasiswaan. Menurutnya, langkah tersebut telah mulai diterapkan di beberapa organisasi mahasiswa dan menjadi awal yang baik bagi pengembangan kelembagaan mahasiswa. Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Ketua DPM-KM secara resmi membuka Kongres Ormawa Unugiri 2026 pada pukul 10.10 WIB.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan UKM Musik Nutasi serta pembacaan Surat Keputusan (SK) Pelantikan Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) Unugiri Periode 2026–2027.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Keagamaan (AKK), Nurul Huda, menyampaikan bahwa kongres merupakan bagian penting dari proses pembelajaran demokrasi di lingkungan perguruan tinggi.
"Kongres ini akan membahas banyak hal, mulai dari AD/ART, sidang komisi, hingga sidang pleno. Inilah ruang bagi mahasiswa untuk belajar berdemokrasi sekaligus mengevaluasi kinerja organisasi selama satu tahun," ungkapnya.
Nurul Huda berharap mekanisme evaluasi organisasi tidak hanya dilakukan pada akhir masa kepengurusan, tetapi juga dapat dilaksanakan secara berkala melalui sidang tengah tahun maupun evaluasi triwulanan.
Menurutnya, langkah tersebut akan membantu DPM memantau perkembangan program kerja organisasi sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi selama masa kepengurusan.
"Harapan saya, evaluasi tidak hanya dilakukan setahun sekali. Akan lebih baik jika ada sidang tengah tahun atau bahkan evaluasi setiap triwulan, sehingga progres setiap organisasi dapat dipantau dan kendala yang muncul dapat segera dicarikan solusi," jelasnya.
Salah satu peserta Kongres Ormawa 2026, Tahmida Masbuchah, mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, mengungkapkan kesan positifnya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
"Dalam acara pembukaan ini, saya jadi lebih memahami bahwa Kongres Ormawa bukan hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga ruang bagi seluruh organisasi mahasiswa untuk berdiskusi, menyampaikan pandangan, dan bersama-sama merumuskan kebijakan organisasi. Menurut saya, kegiatan seperti ini juga menjadi pengalaman yang baik bagi mahasiswa untuk mengenal proses organisasi secara lebih dekat," ujarnya.
Kongres Ormawa Unugiri 2026 akan berlanjut pada Ahad (26/7) dengan agenda sidang komisi yang membahas Garis-Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO), Garis-Garis Besar Haluan Kerja (GBHK), dan rekomendasi.
Selanjutnya, peserta akan mengikuti Sidang Pleno IV untuk penyampaian hasil sidang komisi, sebelum memasuki agenda penyampaian laporan pertanggungjawaban dan pandangan umum.
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut akan ditutup dengan sidang penutupan kongres. Melalui forum ini, diharapkan lahir berbagai keputusan strategis yang menjadi pedoman penyelenggaraan dan penguatan tata kelola organisasi mahasiswa di lingkungan Unugiri pada periode mendatang.
Penulis: Windawati Laily Nuraini



Posting Komentar