mJHEzxukdj31fhzMIHmiGai4Yfakiv2Yjgl83GlR
Bookmark

Mahasiswa PAI Unugiri Praktik Mengajar Berbasis ICT di MA An-Nafi'ah Baureno

Arusgiri.com, Bojonegoro - Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) semester tiga Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) melaksanakan praktik mengajar berbasis Information and Communication Technology (ICT) di Madrasah Aliyah (MA) An-Nafi'ah Baureno pada Sabtu (17/10). 

Foto bersama kepala madrasah dan salah satu staf guru pengajar (Foto: Thalita)

Praktik ini merupakan upaya kampus meningkatkan keterampilan mengajar mahasiswa dalam pendidikan agama Islam berbasis ICT. Kegiatan dengan sasaran sebanyak 25 siswa MA An-Nafi'ah kelas XI tersebut bertujuan menambah wawasan tentang media pembelajaran yang terus berkembang.

Sebelum praktik, sebagian mahasiswa melakukan observasi pada Rabu (14/10) untuk melihat kelebihan dan kekurangan madrasah tersebut.

Kegiatan dibuka dengan sapaan dan perkenalan, dilanjutkan ice breaking serta tanya jawab singkat tentang materi yang telah diajarkan.

Pada kegiatan inti, mahasiswa bergantian menyampaikan materi Sikap Toleransi dalam mata pelajaran Al-Quran Hadits kelas XI. Mereka memanfaatkan media berbasis ICT, seperti tayangan presentasi, video pembelajaran, dan kuis digital interaktif. Peserta terdiri dari sepuluh siswa laki-laki dan lima belas siswa perempuan. Materi disesuaikan dengan kebutuhan siswa, dengan penekanan pada penyampaian yang menarik, mudah dipahami, dan mendorong keaktifan di kelas.

Para siswa tampak antusias. Mereka aktif bertanya, menjawab, dan berdiskusi dalam kelompok. Di sela kegiatan, mahasiswa mengajak siswa mencoba kuis digital untuk mengukur pemahaman terhadap materi.

Salah satu siswi, Alya Qurrotul Aini mengaku senang dengan metode yang digunakan.

“Pembelajarannya seru dan tidak membosankan karena ada video dan kuisnya. Jadi lebih mudah paham materi agama yang telah disampaikan,” tuturnya.

Seusai praktik, mahasiswa M. Nizar Chafiduddin mengatakan kegiatan ini memberinya pengalaman berharga dalam mengelola kelas dan memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran.

“Kami belajar bahwa mengajar bukan hanya soal menyampaikan materi, tetapi juga bagaimana membuat siswa tertarik dan terlibat, meskipun masih terdapat beberapa siswa yang kurang aktif selama kegiatan berlangsung. Pengalaman ini sangat membantu kami sebagai calon guru Pendidikan Agama Islam,” tuturnya.

Kepala MA An-Nafi'ah, Machrus Ali menanggapi hal itu dengan menjelaskan kondisi madrasahnya.

“Kami berada di wilayah pedesaan, jadi Sumber Daya Manusia (SDM) dan akses pendukung belajar bagi anak-anak memang masih terbatas. Karena itu, mereka perlu terus dibiasakan dan didampingi supaya lebih percaya diri. Kehadiran mahasiswa dengan metode yang variatif ini sangat membantu kami menumbuhkan semangat belajar mereka,” tuturnya.

Menurutnya, penguatan keaktifan dan kepercayaan diri siswa membutuhkan pendampingan dan waktu yang berkelanjutan.

Kegiatan ditutup dengan evaluasi bersama, pemberian apresiasi kepada siswa yang aktif, dan sesi dokumentasi. Melalui praktik ini, mahasiswa PAI semester tiga diharapkan semakin terampil memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran, sekaligus mampu menghadirkan pendidikan agama Islam yang menarik, relevan, dan sesuai perkembangan zaman.


Penulis: M. Nizar Chafiduddin, Jamillutfia, Athiyatul Awwaliya
0

Posting Komentar