Arusgiri.com, Bojonegoro - Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 42 Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro melaksanakan program kerja di SDN Turi I pada Kamis (06/08). Kegiatan ini mengusung tema edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui praktik cuci tangan yang benar bagi siswa kelas 1 dan kelas 2.
![]() |
| Pembuatan Kolase Mini (Foto: Adib) |
Program ini bertujuan menanamkan kebiasaan menjaga kebersihan tangan sejak usia dini sebagai upaya mencegah penyebaran kuman dan berbagai penyakit. Edukasi dilakukan secara interaktif dengan bahasa yang mudah dipahami sehingga para siswa dapat mengikuti setiap tahapan mencuci tangan dengan antusias.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memberikan penjelasan mengenai pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan, setelah dari toilet, dan setelah beraktivitas di luar kelas. Selanjutnya, siswa diajak mempraktikkan enam langkah cuci tangan yang benar secara langsung di area wastafel sekolah. Selain itu, peserta juga diajak untuk membuat kolase mini.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pembiasaan perilaku hidup bersih, mahasiswa KKN 42 turut menyerahkan serta memasang poster tata cara cuci tangan yang benar di setiap titik wastafel SDN Turi I. Poster tersebut diharapkan menjadi media pengingat bagi seluruh warga sekolah agar senantiasa menerapkan kebiasaan mencuci tangan dalam aktivitas sehari-hari.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat respons positif dari pihak sekolah maupun para siswa. Antusiasme siswa terlihat dari semangat mereka saat mengikuti praktik cuci tangan, membuat kolase, serta menjawab pertanyaan yang diberikan oleh mahasiswa KKN.
Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) SDN Turi I, Choirul, menilai edukasi cuci tangan yang diberikan mahasiswa KKN 42 Unugiri menjadi langkah positif dalam menanamkan budaya hidup sehat di lingkungan sekolah. “Anak-anak tidak cukup hanya diberi teori, tetapi juga perlu praktik secara langsung seperti yang dilakukan dalam kegiatan ini. Kami berharap kebiasaan mencuci tangan dengan benar dapat terus diterapkan oleh siswa sehingga menjadi bagian dari perilaku sehari-hari,” tuturnya.
Penulis: Riska Rifanayatus Shoidatin, Meysa Afriska Dewi



Posting Komentar