mJHEzxukdj31fhzMIHmiGai4Yfakiv2Yjgl83GlR
Bookmark

Peringati Maulid Nabi dan Kemerdekaan, MWC NU Gondang Gelar Rutinan di Krondonan

Arusgiri.com, Bojonegoro – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Gondang menggelar rutinan di halaman Masjid Baitul Muttaqin, Dusun Tadahan, Desa Krondonan, Kecamatan Gondang, Minggu (23/8).

Peringatan Maulid Nabi 
(Foto: ines)

Kegiatan yang melibatkan Ranting NU Krondonan dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 07 Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) tersebut digelar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Hari Kemerdekaan Indonesia.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 13.40 WIB dan dihadiri oleh sejumlah tokoh serta masyarakat setempat. Dalam rangkaian acara tersebut, sejumlah sambutan disampaikan oleh Ketua Panitia, Kepala Desa Krondonan, perwakilan Forkopimcam Gondang, dan Ketua MWC NU Gondang.

Ketua Panitia, Kiai Sagi, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung pelaksanaan kegiatan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama kegiatan berlangsung.

Sementara itu, Kepala Desa Krondonan, Parji, menyampaikan bahwa kegiatan perlombaan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan tahun ini tidak dilaksanakan di tingkat desa. Hal tersebut disebabkan kondisi anggaran yang mengalami pembengkakan.

“Untuk kegiatan lomba di desa tahun ini tidak dilaksanakan karena anggaran mengalami pembengkakan,” ujarnya.

Perwakilan Forkopimcam Gondang, Heri Eko, turut menyampaikan pesan mengenai pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak. Ia mengimbau para orang tua agar lebih aktif mengawasi pergaulan anak untuk mencegah mereka terjerumus dalam pergaulan yang kurang baik.

Ketua MWC NU Gondang, Kiai Ahmad Nuri, kemudian menyampaikan informasi mengenai pelaksanaan Muktamar NU yang akan digelar di Pondok Pesantren Tambakberas, Kabupaten Jombang. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan tersebut dapat berjalan lancar.

Mau'idhoh Hasanah disampaikan oleh KH. Abdul Chamim Muntaha. Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dan meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.

“Peringatan Maulid Nabi jangan hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi momentum untuk memperbaiki akhlak dan meningkatkan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW,” pesannya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama. Melalui rutinan tersebut, diharapkan silaturahmi antarwarga semakin erat serta nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dapat terus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Penulis : Nida'ul Khasanah dan Sita Fatimatus Solikah
Posting Komentar

Posting Komentar