Arusgiri.com, Bojonegoro — Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pintar 07 Krodonan Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) dorong kelompok tani melalui edukasi budidaya durian dan alpukat di rumah Kepala Dusun Jomblang Jati, Desa Krodonan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (20/8/2026).
![]() |
| Edukasi Budidaya Durian dan Alpukat (Foto: Alfin) |
Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan kelompok tani (Poktan) dari berbagai dusun di Desa Krodonan. Edukasi ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengembangkan potensi pertanian desa, khususnya melalui budidaya tanaman durian dan alpukat.
Koordinator Desa (Kordes) Kuliah Kerja Nyata (KKN) 07 Krodonan, Ashifyan. Dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para perwakilan kelompok tani yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan mengikuti kegiatan edukasi tersebut.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak-bapak yang sudah menyempatkan waktunya untuk hadir dalam acara ini. Harapan kami, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk mengembangkan potensi pertanian Desa Krodonan, terutama pada tanaman alpukat dan durian,” ujarnya.
Ia berharap, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi forum penyampaian informasi, tetapi juga dapat mendorong masyarakat untuk mulai mengembangkan potensi pertanian secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Selanjutnya, perwakilan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Gondang turut memberikan sambutan sekaligus menjelaskan keterlibatan BPP dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa BPP Kecamatan Gondang mendapat tugas dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk mendampingi pelaksanaan edukasi budidaya durian dan alpukat bersama Suparman selaku narasumber.
“Kami dari BPP Kecamatan Gondang diberi tugas untuk mendampingi proses edukasi budidaya durian dan alpukat. Dalam hal ini, juga menindaklanjuti program-program yang ada di Desa Krodonan mengenai potensi wisata, salah satunya program satu rumah satu pohon durian,” ungkapnya.
Memasuki sesi utama, Suparman selaku narasumber dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menyampaikan materi mengenai teknik dasar hingga perawatan tanaman durian dan alpukat. Materi yang diberikan mencakup pemilihan bibit unggul dengan teknik stek, persiapan lahan, pemupukan, pemangkasan, hingga perawatan tanaman.
Dalam pemaparan materi, narasumber menjelaskan bahwa persiapan lahan menjadi salah satu tahapan penting dalam menunjang pertumbuhan tanaman. Lubang tanah dipersiapkan dengan ukuran sekitar 60 cm × 60 cm sebelum tanaman ditanam. Selain itu, pemupukan secara berkala dan pemangkasan juga diperlukan untuk menjaga pertumbuhan tanaman serta mendukung proses pembuahan.
Tidak hanya penyampaian teori, narasumber juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya melakukan perawatan tanaman secara rutin. Pemilihan bibit yang berkualitas, pengelolaan lahan yang tepat, pemenuhan kebutuhan nutrisi, serta pemantauan kondisi tanaman menjadi beberapa faktor yang perlu diperhatikan oleh petani untuk memperoleh hasil budidaya yang optimal.
Antusiasme peserta semakin terlihat ketika kegiatan memasuki sesi diskusi dan tanya jawab. Perwakilan kelompok tani diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini dihadapi dalam kegiatan pertanian, termasuk kendala dalam proses penanaman dan perawatan tanaman buah.
Kegiatan edukasi ini juga sejalan dengan upaya Desa Krodonan dalam mengembangkan potensi desa, khususnya di bidang pertanian dan wisata. Gagasan satu rumah satu pohon durian juga diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang produktif sekaligus mendukung terbentuknya kawasan yang memiliki daya tarik wisata.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara mahasiswa KKN 07 Krodonan, BPP Kecamatan Gondang, narasumber, dan perwakilan kelompok tani. Semoga dapat terjalin sinergi dalam mengembangkan potensi pertanian Desa Krodonan secara berkelanjutan.
Penulis: Sita Fatimatus Solikah



Posting Komentar