Arusgiri.com, Bojonegoro - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 42 Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro memperkuat pengabdian masyarakat melalui keterlibatan langsung dalam pendidikan keagamaan dengan mendampingi kegiatan belajar mengajar di dua Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Desa Turi, Kecamatan Tambakrejo.
![]() |
| Ketua KKN 42 Unugiri dalam mendampingi proses belajar mengaji di TPQ Masjid Turi (Foto: Iqma) |
Kegiatan tersebut dilaksanakan di dua lokasi, yakni TPQ Dusun Ngampel dan TPQ Masjid Turi. Untuk mengoptimalkan proses pembelajaran, mahasiswa dibagi ke dalam beberapa kelompok sehingga dapat mendampingi santri secara lebih efektif sesuai kebutuhan masing-masing TPQ.
Kehadiran mahasiswa KKN mendapat sambutan positif dari para pengajar dan pengurus TPQ. Selain membantu proses belajar mengaji, mereka juga berinteraksi langsung dengan para santri guna menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan interaktif.
Di TPQ Dusun Ngampel, pembelajaran difokuskan pada metode jilid sebagai dasar membaca Al-Qur'an. Pengasuh TPQ, Garimun, menyampaikan bahwa mahasiswa KKN dipersilakan untuk berkontribusi dalam menambah materi pembelajaran yang bermanfaat bagi para santri.
“Begini kegiatan mengaji di TPQ Ngampel, mengaji jilid. Jika kakak-kakak KKN ingin menambah pembelajaran, nggeh monggo,” ujarnya.
Keterbukaan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memberikan pendampingan tambahan, seperti hafalan surat pendek, doa harian, praktik ibadah, maupun metode pembelajaran kreatif yang dapat meningkatkan semangat belajar anak-anak tanpa mengurangi pembelajaran utama yang telah berjalan.
Sementara itu, di TPQ Masjid Turi, mahasiswa turut mendampingi kegiatan mengaji dan membantu pelaksanaan pembelajaran bersama ustaz dan ustazah setempat. Pendampingan dilakukan secara komunikatif agar santri lebih percaya diri dalam membaca dan mempelajari Al-Qur'an.
Salah satu pengajar TPQ Desa Turi, Lia, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKN dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran mahasiswa memberikan warna baru dalam proses pembelajaran sekaligus menjadi motivasi bagi para santri untuk semakin giat belajar.
“Anak-anak terlihat lebih antusias saat belajar karena ada kakak-kakak KKN yang ikut mendampingi. Selain membantu mengajar, mereka juga menjadi teman belajar yang dekat dengan santri sehingga suasana mengaji menjadi lebih menyenangkan,” ungkapnya.
Ia berharap kolaborasi antara mahasiswa dan lembaga pendidikan keagamaan dapat terus terjalin selama masa pengabdian berlangsung sehingga memberikan manfaat yang nyata bagi perkembangan pendidikan Islam di Desa Turi.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN 42 berharap dapat mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat belajar agama pada anak-anak.
Penulis : Meysa Afriska Dewi



Posting Komentar