Arusgiri.com, Bojonegoro – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Arusgiri Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) mengadakan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) pada Kamis, (15/1). Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung D Fakultas Syariah dan Adab, Lt. 2, Unugiri.
![]() |
| Yana Dwi Kurniya Wati dalam pemaparan materi teknik wawancara (Foto: Tim Redaksi) |
Kegiatan pelatihan yang bertujuan membekali calon anggota LPM Arusgiri dengan pengetahuan dasar jurnalistik tersebut menyuguhkan tiga materi utama. Salah satunya adalah teknik wawancara jurnalistik yang dipaparkan oleh Yana Dwi Kurniya Wati, Wartawan Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Dalam pemaparannya, Yana menegaskan bahwa wawancara merupakan hal paling penting dalam proses jurnalistik karena menjadi sumber utama untuk memperoleh informasi yang akurat dan mendalam.
“Wawancara merupakan nyawa dan urat nadi sebuah berita. Dalam penulisan berita, yang paling dibutuhkan adalah informasi yang di mana hanya dapat diperoleh melalui proses wawancara,” paparnya.
Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga teknik wawancara utama dalam praktik jurnalistik, yakni wawancara eksplorasi, konfrontatif, dan konfirmasi. Pemahaman terhadap ketiga teknik tersebut menjadi bekal penting bagi jurnalis pemula agar mampu menghasilkan karya jurnalistik yang baik.
Selain itu, ia juga menambahkan bahwa teknik wawancara yang baik haruslah memenuhi beberapa syarat, antara lain menyiapkan bahan wawancara dan penguasaan istilah teknis. Tak hanya itu, kesiapan peralatan, fisik, dan mental juga penting. Menurutnya, persiapan yang matang akan sangat memengaruhi kualitas informasi yang diperoleh dari narasumber.
Dalam sesi tanya jawab, M Nizar Chafiduddin menyampaikan pertanyaannya mengenai adanya AI dan kaitannya dengan jurnalistik.
"Apakah AI dapat menggantikan profesi wartawan?" tanyanya. Ia turut mengungkapkan keresahannya terhadap AI yang sering disalahgunakan dalam dunia akademik.
Dalam menanggapi pertanyaan tersebut, Yana mengungkapkan bahwa AI dapat berperan sebagai pembantu wartawan dalam menyusun sebuah berita. Namun, dalam penggalian informasi yang membutuhkan terjun langsung ke lapangan, sangat minim sekali potensi AI bisa melakukannya.
Di akhir, terdapat sesi praktik untuk mengukur pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan. Para peserta diajak melakukan simulasi liputan isu wacana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan dilakukan melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), bukan melalui pemilihan langsung oleh masyarakat. Peserta juga diarahkan untuk menelusuri data dan regulasi yang berkaitan dengan isu tersebut, serta menyusun daftar pertanyaan yang disesuaikan dengan latar belakang masing-masing narasumber.
Salah satu peserta, Fitriyatun Nikmah, mengungkapkan bahwa materi teknik wawancara tersebut menambah wawasannya terkait keterampilan berbicara di depan narasumber. Namun, ia juga menilai terdapat kendala dalam pelaksanaan praktik karena keterbatasan waktu.
“Materinya bermanfaat dan menambah wawasan saya, terutama dalam latihan cara berbicara di depan narasumber. Kurangnya mungkin di waktu praktiknya yang terbatas,” pungkasnya.
Penulis : Athiatul Maula, Windawati Laily



Posting Komentar