Arusgiri.com, Bojonegoro — Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Arusgiri Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) menggelar Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) 2026 selama satu hari, Kamis, (15/1) di ruang kelas 2.1, Gedung Santoso Hardjosoewito, Fakultas Syariah dan Adab, Unugiri.
![]() |
| Yusab Alfa Ziqin dalam pemaparan materi Fotografi Jurnalistik (Foto: Tim Redaksi) |
Dalam pelatihan tersebut, materi terakhir, fotografi jurnalistik disampaikan oleh Yusab Alfa Ziqin, jurnalis media Bojonegoro Raya. Ia menjelaskan bahwa foto jurnalistik memiliki karakteristik yang membedakannya dengan foto pada umumnya, yakni mampu bercerita dan menunjukkan suatu peristiwa secara visual.
“Foto jurnalistik memiliki dua ciri khas utama, yaitu bercerita dan menunjukkan peristiwa,” ujarnya.
Yusab, sapaan akrabnya, menekankan bahwa unsur terpenting dalam foto jurnalistik adalah subjek atau pelaku, yang umumnya berupa manusia. Menurutnya, adanya manusia dalam foto dapat membantu pembaca memahami peristiwa secara lebih utuh.
“Subjek dalam foto jurnalistik sangat penting, hampir wajib. Unsur lainnya bersifat pendukung,” jelasnya.
Selain itu, Yusab mengingatkan jurnalis untuk menghindari pengambilan foto yang mengandung unsur kekotoran, kengerian, dan sensualitas. Ia menilai hal tersebut penting untuk menjaga etika dan privasi narasumber maupun objek foto.
Ia juga menjelaskan bahwa foto dari sudut belakang atau yang bersifat sensual dinilai kurang efektif dan berpotensi melanggar privasi seseorang. Oleh karena itu, jurnalis dituntut lebih bijak dalam menentukan objek dan sudut pengambilan gambar.
Dalam aspek teknis, Yusab menegaskan pentingnya menentukan sudut pandang atau angle sebelum mengambil foto.
“Tentukan sudut pandang, jangan menyisakan terlalu banyak ruang kosong, dan tangkap momen yang benar-benar menggambarkan peristiwa,” ungkapnya.
Yusab turut memaparkan jenis-jenis sudut pandang dalam fotografi jurnalistik, di antaranya bird eye view yang diambil dari posisi tinggi, high angle dari atas bahu hingga kepala, eye level yang sejajar dengan objek, low angle dari bahu ke pinggang, serta frog angle yang diambil dari posisi rendah dekat tanah.
Salah satu peserta pelatihan, Ana Nurfiatin dari Program Studi (Prodi) Sistem Informasi, mengaku pelatihan ini memberikan pemahaman baru terkait teknik foto jurnalistik.
“Acaranya seru dan penjelasan dari pemateri mudah dipahami. Ke depannya mungkin perlu lebih banyak praktik langsung agar materi bisa dipahami lebih mendalam,” tuturnya.
Penulis : Sita Fatimatus Solikah



Posting Komentar