Arusgiri.com, Bojonegoro — Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Arusgiri Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro (Unugiri) menggelar Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) 2026 pada Kamis, (15/1) di Gedung D Fakultas Syariah dan Adab, Lt. 2, Unugiri. Kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi.
![]() |
| Pembukaan kegiatan PJTD 2026 oleh Pembina LPM Arusgiri (Foto: Tim Redaksi) |
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Pelaksana PJTD, Leni Isdian, yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pembina, pengurus LPM Arusgiri, hingga panitia pelaksana.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya PJTD 2026, serta kepada peserta yang telah menunjukkan antusiasme dalam mengikuti kegiatan ini,” ujarnya.
Ketua Umum UKM LPM Arusgiri, Eka Pradana Kusuma, menyampaikan bahwa kegiatan PJTD menyuguhkan tiga materi dasar jurnalistik sebagai bekal awal calon jurnalis kampus.
“Tiga materi yang diberikan merupakan dasar dalam jurnalistik, yaitu straight news, teknik wawancara, dan teknik fotografi. Foto jurnalistik berbeda dengan foto biasa karena harus mampu menceritakan situasi yang sedang berlangsung,” jelasnya.
Sementara itu, Pembina UKM LPM Arusgiri, Ahmad Shofiyuddin, menyampaikan bahwa pelatihan PJTD tidak hanya memiliki manfaat secara praktis, tetapi juga memberikan manfaat untuk pengembangan akademik mahasiswa ke depan.
“Pelatihan ini tidak hanya bermanfaat secara praktis dalam jurnalistik, tetapi juga membantu mahasiswa dalam kemampuan wawancara, penulisan, serta penyelesaian tugas akhir seperti makalah dan skripsi,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan dalam kegiatan jurnalistik dapat melatih mahasiswa berpikir kritis, peka terhadap realitas, dan memiliki keterampilan menulis yang baik.
![]() |
| Parto Sasmito dalam penyampaian materi straight news (Foto: Tim Redaksi) |
“Menulis berita harus berdasarkan fakta. Dalam penulisan straight news, jurnalis perlu memperhatikan unsur 5W dan 1H agar informasi yang disampaikan jelas dan akurat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa straight news merupakan jenis berita yang menuntut kecepatan publikasi agar informasi tetap relevan.
“Straight news adalah berita yang harus langsung dipublikasikan. Jika terlalu lama, misalnya hingga satu minggu, berita tersebut akan kehilangan relevansi dan menjadi basi,” tambahnya.
Usai penyampaian materi, peserta mengikuti praktik penulisan straight news berdasarkan materi yang telah disampaikan. Peserta diberi waktu 10 menit untuk menulis berita secara langsung. Dari hasil tersebut, pemateri memilih tiga karya terbaik yang akan diunggah di media Nawacita.co olehnya.
Salah satu peserta PJTD, Mey Shofi, mengaku kegiatan ini memberikan pengalaman dan manfaat yang relevan dengan kebutuhan akademik mahasiswa.
“Melalui PJTD ini, saya belajar bagaimana melakukan wawancara dengan baik serta mengelola kata-kata dalam menulis berita. Kemampuan ini juga sangat membantu, terutama bagi mahasiswa semester akhir dalam menyusun skripsi,” tuturnya.
Ia berharap pelaksanaan PJTD pada tahun berikutnya dapat berjalan lebih baik. “Semoga PJTD selanjutnya, khususnya tahun 2027, bisa lebih baik lagi,” pungkasnya.
Penulis : Devi Wahyuni, Fitria Ika Yuliana, Ririt Rengganis




Posting Komentar