mJHEzxukdj31fhzMIHmiGai4Yfakiv2Yjgl83GlR
Bookmark

Perempuan harus bisa menyenangkan?

 

Ilustrasi By AI 
Pernyataan mengenai perempuan harus bisa menyenangkan? Mendengarnya rasanya saya pengin mengeluarkan unek-unek ,ngalor ngidol pikiran dan perasaan saya tentang hal ini. Pernyataan tersebut saya tahu setelah melihat sebuah konten di YouTube, yang membahas pandangan mengenai perempuan dengan perannya termasuk menjadi istri dan ibu serta dengan dirinya sendiri. Membentuk pertanyaan di diri saya, haruskah menjadi perempuan yang menyenangkan supaya disenangi banyak orang?

Pandangan-pandangan yang telah umum di masyarakat mengenai perempuan, kadang membuat perempuan termasuk saya sendiri di dalamnya, bertanya-tanya memang harus seperti itukah menjadi seorang perempuan? Pengen mengupas ke salah pahaman diri hiks

Seperti menyoal perempuan dalam berpenampilan, keinginan, emosinya dan hal lainnya. Perempuan juga manusia kan? Dan setiap manusia boleh memiliki cita-cita dan keinginan sebagai penyemangat dalam hidupnya, serta punya hak untuk meraihnya bukan? 

Ketika perempuan yang harus serba hati-hati pol, kadang penuh kewaspadaan karena dunia luar tak seindah dalam bayangan, ini bukan hal yang mudah bukan untuk memandang atau menghilangkan rasa was was apalagi bagi orang tuanya. Perempuan emang serewel itu ya? Jika parasnya baik, bagiamana cara orang tua berusaha bagaimana anak ini tidak dicibir orang-orang dan tidak sombong, jika parasnya kurang baik, bagaimana supaya anak tidak kecil hati. Huhu sebuwerat ini menjadi orang tua, sedangkan anak perempuan yang diupayakan, diperhatikan, dirumat malah tidak sadar blas, yang dipikiran hanya tentang pembatasan ga boleh ini, itu, atau perasaan perempuan yang pengin dimengerti merasa tidak disayang ketika bersama orang tuanya yang mencoba usaha menjelaskan kepada anak perempuan. Harus dilempar sendal maling kundang anak perempuan seperti ini supaya sadar, hiks termasuk saya yang begitu mudah menulis ini.

Laki-laki dan perempuan sama-sama manusia bukan, yang membedakannya adalah segi ketakwaan kepada Tuhan. Meski begitu tidak mudah, tetap membedakan antara perempuan dan laki-laki, mungkin ini bisa dibahas dalam sisi lain

Kembali lagi perempuan harus bisa menyenangkan? Sepertinya pernyataan itu lebih baik jika diganti perempuan harus mengerti dan sadar, mengerti tempat dan dirinya sehingga menumbuhkan rasa senang, bersyukur terhadap dirinya sendiri.

Pengalaman perempuan ketika sudah bisa sendiri  berpergian dan misal diharuskan pulang malam. Jika hal ini dilakukan oleh seorang laki-laki mungkin biasa aja, mau laki-laki ini ketiduran sampe kebablasan pas naik bus atau mungkin bannya bocor diperjalanan atau ketemu laki-laki ini bertemu perempuan asing, atau mau pulang dini hari di rumah rasanya biasa aja membayangkan. Namun jika yang terjadi pada perempuan mungkin yang was was tidak hanya dirinya, keluarganya bahkan tetangganya juga ikutan. 

Ini bukan mudah soal keberanian dan batas sebagai perempuan. Bagaimana perempuan ini memutar otak dengan kemungkinan yang akan terjadi, apa yang harus dilakukan jika ini/itu terjadi. Harus menelpon siapa pertama kali, harus berbuat bagaimana? Problem inilah menjadi alasan perempuan harus mengerti dan sadar disamping ruang aman bagi perempuan. Perempuan adalah kunci peradaban, jika perempuan saja merasa terancam, sudahlah tidak bisa menuliskannya saya

Perempuan juga manusia yang utuh. Perempuan baik menjadi ibu rumah tangga atau perempuan baik dengan karier nya, bukan menjadi suatu hal yang harus dipilih, karena keduanya merupakan kehidupan perempuan. 

Menjadi manusia, baru perempuan selanjutnya. Membahas mengenai keperempuanan dengan tujuan untuk kemanusiaan. Perempuan juga punya hak untuk pengalamannya dan menyuarakannya. Setidaknya tulisan ini menjadi satu langkah awal keberanian. Sebagai sebuah giving up diri dan juga teman-teman 

Editor : M. Ainun Najib


Posting Komentar

Posting Komentar